
MAYAT MR X DISUNGAI BAH TONGGURAN
Simalungun, Star Pos
Warga perkebunan Mayang dihebohkan oleh penemuan mayat yang sedang hanyut terapung di sungai Bahtongguran pada hari jumat pagi pukul 11:00wib oleh seorang pencari kayu yang sedang berkeliling kebun guna mendapatkan kayu bakar.
Informasi yang di dapat Star Pos mengatakan bahwa seorang pencari kayu tiba tiba terkejut melihat sesosok mayat dalam keadaan terapung di sungai Bahtongguran dalam keadaan membusuk dan tanpa mengenakan pakaian apapun. Pencari kayu yang belum diketahui namanya ini kemudian memanggil warga lainnya untuk selanjutnya menghubungi kepala desa dan kepolisian.
Selanjutnya anggota dari polsek Bosar Maligas yang dipimpin oleh Kapolsek Bosar Maligas AKP M Manik langsung turun dan mengamankan lokasi. Setelah mayat diangkat kemudian dibawa ke Puskesmas setempat untuk visum luar. Lalu dilanjutkan ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi.
Kapolsek Bosar Maligas ketika memberikan keterangan mengatakan bahwa pihaknya langsung terjun ke lokasi begitu mendapat informasi dari warga. Kemudian membawanya ke RSUD Djasamen Saragih untuk melakukan otopsi.
Selain pihak kepolisian turut juga rombongan warga dari daerah Simpang tangsi Tanah Jawa di kamar mayat RSU. Dimana mereka merasa bahwa mayat yang di temukan ini adalah keluarganya bernama Pikman Sinaga (70) yang hilang 8hari yang lalu dan diduga korban jatuh kesungai saat memanjat pohon nira untuk membuat tuak yang letak pohonnya berada di pinggir sungai Bahtongguran. Alasan yang menguatkan bahwa korban hanyut adalah bahwa parang dan perlengkapan untuk bekerja sebagai pemanjat pohon aren ditemukan di pinggir sungai sementara orangnya sudah tidak ada.
Keluarga korban pun bingung pada waktu itu dan mencari kemana mana namun keberadaannya belum berhasil ditemukan. Mendengar kabar penemuan mayat ini maka keluarganya langsung tanggap dan ikut serta ke kamar mayat RSUD Djasamen Saragih untuk menandai korban. Namun berhubung mayat sudah tidak utuh lagi dan dalam keadaan membusuk maka keluarganya belum bisa memastikan bahwa korban memang benar Pikman Sinaga.
Salah seorang keluarga bernama J. sinaga mengatakan bahwa keluarganya sudah melaporkan kehilangan Pikman ke kantor polisi. Begitu polisi menemukan mayat yang diduga korban maka kami langsung dihubungi dan ikut ke RSU untuk mengenali korban. Sekarang kami menunggu istri korban untuk yang lebih mengetahui cirri ciri khas dari suaminya. Tapi kalau menurut saya memang benar ini adalah mayat korban. Namun karena keadannya sudah membusuk jadi sangat sulit untuk dikenali.(hez)
Simalungun, Star Pos
Warga perkebunan Mayang dihebohkan oleh penemuan mayat yang sedang hanyut terapung di sungai Bahtongguran pada hari jumat pagi pukul 11:00wib oleh seorang pencari kayu yang sedang berkeliling kebun guna mendapatkan kayu bakar.
Informasi yang di dapat Star Pos mengatakan bahwa seorang pencari kayu tiba tiba terkejut melihat sesosok mayat dalam keadaan terapung di sungai Bahtongguran dalam keadaan membusuk dan tanpa mengenakan pakaian apapun. Pencari kayu yang belum diketahui namanya ini kemudian memanggil warga lainnya untuk selanjutnya menghubungi kepala desa dan kepolisian.
Selanjutnya anggota dari polsek Bosar Maligas yang dipimpin oleh Kapolsek Bosar Maligas AKP M Manik langsung turun dan mengamankan lokasi. Setelah mayat diangkat kemudian dibawa ke Puskesmas setempat untuk visum luar. Lalu dilanjutkan ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi.
Kapolsek Bosar Maligas ketika memberikan keterangan mengatakan bahwa pihaknya langsung terjun ke lokasi begitu mendapat informasi dari warga. Kemudian membawanya ke RSUD Djasamen Saragih untuk melakukan otopsi.
Selain pihak kepolisian turut juga rombongan warga dari daerah Simpang tangsi Tanah Jawa di kamar mayat RSU. Dimana mereka merasa bahwa mayat yang di temukan ini adalah keluarganya bernama Pikman Sinaga (70) yang hilang 8hari yang lalu dan diduga korban jatuh kesungai saat memanjat pohon nira untuk membuat tuak yang letak pohonnya berada di pinggir sungai Bahtongguran. Alasan yang menguatkan bahwa korban hanyut adalah bahwa parang dan perlengkapan untuk bekerja sebagai pemanjat pohon aren ditemukan di pinggir sungai sementara orangnya sudah tidak ada.
Keluarga korban pun bingung pada waktu itu dan mencari kemana mana namun keberadaannya belum berhasil ditemukan. Mendengar kabar penemuan mayat ini maka keluarganya langsung tanggap dan ikut serta ke kamar mayat RSUD Djasamen Saragih untuk menandai korban. Namun berhubung mayat sudah tidak utuh lagi dan dalam keadaan membusuk maka keluarganya belum bisa memastikan bahwa korban memang benar Pikman Sinaga.
Salah seorang keluarga bernama J. sinaga mengatakan bahwa keluarganya sudah melaporkan kehilangan Pikman ke kantor polisi. Begitu polisi menemukan mayat yang diduga korban maka kami langsung dihubungi dan ikut ke RSU untuk mengenali korban. Sekarang kami menunggu istri korban untuk yang lebih mengetahui cirri ciri khas dari suaminya. Tapi kalau menurut saya memang benar ini adalah mayat korban. Namun karena keadannya sudah membusuk jadi sangat sulit untuk dikenali.(hez)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar