Jumat, 27 Maret 2009

DIBUNUH GENDAK, RENTENIR DITEMUKAN TEWAS SETENGAH BUGIL


Jalan Tambun Barat, Star Pos


Di duga di bunuh oleh gendaknya berinisial Bb (31), seorang rentenir bernama Timah br Siregar (60) warga jalan Tambun Barat, kontrakan bernomor 003, Simpang koperasi kelurahan Tambun nabolon Siantar Martoba, kota Pematangsiantar, di temukan tidak bernyawa lagi di kediamannya pada minggu 15/3 sekira pukul 10:00wib oleh pihak kepolisian, setelah sebelumnya di panggil warga dan mendobrak pintu rumah korban.


Informasi yang berhasil di himpun dari lokasi kejadian menyatakan, korban merupakan janda yang hidup sendiri setelah sempat bercerai dengan suami bernama Muktar tanjung (60-an) beberapa tahun lalu. Selama hidup menjanda, korban menjalankan bisnis pinjaman uang yang di bungakan atau menurut warga sekitar di sebut rentenir.


Anak korban bernama Tetty tanjung (35) warga jalan Mataram I kelurahan Melayu Siantar barat yang tiba di lokasi sambil sesenggukan menangis kepada Star Pos mengatakan bahwa di ketahui korban (Timah) baru beberapa bulan saja tinggal di rumah kontrakan milik pengusaha kondang kota Siantar, Yenpo alias Hermawanto. Selama hidup sendiri, korban di kenal sebagai orang yang menjalankan uang atau koperasi.


Namun Tetty mengakui bahwa dirinya bertemu korban terakhir pada pekan lalu, saat itu korban melarang dirinya (Tetty) untuk datang kerumah. Ini di lakukan tanpa sebab yang di ketahui oleh Tetty. Namun ibunya tersebut sempat berujar bahwa dirinya lah (korban) yang akan menemui Tetty jika ada keperluan. “Jangan datang lagi ke rumahku, biar aku saja yang datang menemui kalian” ungkap Tetty menirukan ucapan ibunya.


Korban mempunyai 5 orang anak yang kesemuanya tinggal di kota Medan. “Jadi Cuma aku sendiri saja yang tinggal di Siantar ini, Namun begitu saya akan berusaha untuk segera menghubungi mereka (keluarga) hari ini juga” tambahnya.


Tetty juga sempat berujar bahwa dirinya mendengar desas desus korban mempunyai gendak yang merupakan seorang supir bus Bayu Trans. “Pernah juga dia (Bb) dibawa ibu sewaktu pesta beberapa bulan lalu, namun saya sudah lupa dengan wajahnya” ungkap Tetty. Sebelum tinggal di sini (TKP), ibu saya tinggal di Sandora belakang GOR kecamatan Siantar Timur.


“Sempat juga terdengar issue bahwa Bb terus memplorotin ibu saya, makanya sekarang korban di kejar kejar hutang dan semua uangnya sudah habis”.


Jeritan tengah malam


Salah seorang warga yang merupakan tetangga, Poniman (47) yang kediamannya bersebelahan dengan rumah korban mengatakan bahwa dirinya sempat terbangun pada Minggu dinihari sekira pukul 02:30wib. Hal ini dikarenakan dirinya mendengar jeritan dari korban seperti meminta tolong. “Tolong… Tolong… seperti itulah yang saya dengar tadi malam”, ungkap Poniman.


Poniman sempat mengintip dari jendela, dan melihat seorang pria yang di kenal sebagai gendak korban (Bb) pergi meninggalkan rumah (TKP). Dia (Bb) itu adalah supir bus Bayu Trans yang memang sering datang ke kediaman korban. “makanya kami para tetangga di sini mengetahui bahwa pelaku adalah gendak korban” ungkapnya.


“Namun setelah sempat meminta tolong, perlahan suara korban hilang dan terlihat pelaku keluar dari rumah menuju mobilnya, hal ini yang membuat kami (Warga) menyangka itu adalah hal biasa, atau istilahnya pertengkaran pribadi yang tidak untuk di campuri” tambahnya.


Hal ini juga di benarkan seorang warga lain, Suryani (33) juga menyatakan bahwa dirinya terbangun dari tidur setelah mendengar suara perkelahian dari rumah yang di kontrak korban selama kurang lebih 3 bulan. “Korban kurang begitu di kenal di sini, karena dia kurang bergaul. Jadi kami hanya mengenal korban sebagai rentenir saja” ungkapnya. Hal ini juga di ketahui setelah beberapa warga sekitar pernah meminjam uang dari korban beberapa waktu lalu.


Sementara itu, sopir Bayu Trans yang merupakan gendak korban sering datang sewaktu malam hari mengendarai mobilnya. Namun jika pagi tiba warga tidak lagi melihat bus diparkir di depan rumah korban. “Jadi dia (Bb) hanya datang pada malam saja dan pulang malam itu juga”. Kalau melihat usianya, pelaku itu baru berusia sekitar 30 tahunan, tambah Suryani.


Kecurigaan warga


Pada minggu pagi, 15/3 warga jalan Tambun Barat kelurahan Tambun Nabolon Siantar Martoba menjadi heboh. Hal ini setelah dua orang tetangga korban masing masing Poniman dan Sentosa yang rumahnya berdempetan dengan korban merasa curiga karena korban tidak ada keluar dari rumah. Sekira pukul 10:00wib Poniman dan Sentosa mencoba memanggil korban dari depan pintu yang tergembok dari luar, namun tidak ada jawaban sama sekali. Kedua tetangga ini juga segera mengaitkan jeritan korban pada malam hari yang terdengar, dan membuat kecurigaan mereka bertambah.


Beberapa menit kemudian Poniman dan Sentosa mengambil tangga, mencoba mengintip korban dari ventilasi udara pintu depan. Melalui pantulan cermin mereka mengetahui korban sedang dalam keadaan setengah bugil dan di curigai sudah tidak bernyawa lagi. Ini di kuatkan dengan gedoran pintu yang tidak mendapat jawaban korban setelah beberapa lama di panggil.


Lalu hal ini di beritahukan kepada warga lain dan lurah yang langsung menghubungi pihak kepolisian. Mendengar desas desus di temukannya korban sudah tidak bernyawa, ratusan warga langsung menyemut mendatangi lokasi. Tak lama berselang petugas dari Mapolsek Siantar Martoba datang ke lokasi. Disertai tim identifikasi, beberapa petugas langsung menjebol gembok dan masuk. Petugas mendapati korban sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi tertidur, sedangkan mulai pinggang kebawah terlihat bugil alias tidak mengenakan sehelai benang pun. Di leher korban terdapat Alu (kayu penumbuk, pasangan lesung) yang sudah patah dan di duga korban tewas setelah mendapat pukulan dari alu pada bagian tengkuk..


Berselang setengah jam melakukan identifikasi, mayat korban pun di boyong ke Instalasi forensik RSUD Djasamen Saragih untuk otopsi.


Pantauan Star Pos saat berada di ruang instalasi forensik melihat, pada bagian kepala korban terdapat bekas pukulan benda tumpul, kening korban juga mengalami luka lecet.


Polisi akan kejar pelaku



Sementara itu Kapolresta Siantar AKBP Drs Andreas Kusmaedi MM didampingi Pabungpen AKP Muslim Mhd ketika di konfirmasi melalui Kapolsek Siantar martoba AKP B Sijabat di lokasi kejadian mengatakan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan dan kesaksian warga sekitar. Untuk sementara ini identitas yang di duga pelaku sudah kita dapatkan, namun tetap kita akan segera mengungkap kasus ini.



Motif sementara ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, dan dari TKP kita sudah membawa beberapa barang bukti berupa Alu (Kayu) yang sudah patah dan masih menempel di leher korban saat di temukan, selimut dan lainnya. Tim identifikasi juga sudah mengambil sidik jari di TKP, ungkap Sijabat.



Pihak Mapolsek Siantar Martoba langsung terjun ke lokasi begitu mendapat laporan dari warga, “Jadi begitu tiba di lokasi, kita melihat pintu terkunci gembok dari luar. Dan ini di duga di lakukan oleh pelaku yang mengunci korban di dalam rumah” tambahnya. Sekira pukul 11:00wib pihak kepolisian yang di sertai tim identifikasi menjebol gembok dan masuk ke dalam rumah. Saat di temukan korban dalam keadaan telanjang mulai dari pinggang ke bawah. Di dekat korban juga di temukan selimut dan perlengkapan lain yang sekarang sudah di boyong ke Mapolsek untuk di jadikan barang bukti.



Korban tidak di kenal



Pihak kepolisian dan warga sempat kesulitan dalam mencari identitas korban, dimana tak satu pun warga yang mengetahui nama dan asal usul Timah br Siregar. Beruntung beberapa saat, salah seorang anak korban bernama Tetty br Tanjung datang ke lokasi dan memberitahukan identitas ibunya.



Lurah kelurahan Tambun Nabolon, Amran S, Sos ketika di konfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihak kelurahan juga tidak mengetahui identitas korban. Hal ini di karenakan korban tidak ada melapor kepada RT setempat yaitu Muliyono yang saat kejadian ini sedang berada di Medan. “Korban bukan asli penduduk kami” ungkap Amran.



Lebih lanjut Amran mengatakan, bahkan sampai tetangga korban sendiri juga tidak ada yang mengetahui identitasnya (korban).(hez)

4KKW BAHAN BAKAR KERETA API JURUSAN MEDAN - PEMATANGSIANTAR TERGULING




Sedikitnya 4 KKW atau ketel (Gerbong minyak) berisi 120.000 liter premium dan solar jurusan Medan menuju kota Pematangsiantar terguling pada hari rabu 25/3 sekira pukul 14:05wib di afdeling 10 nagori Dolok Marlawan, kecamatan Tapian Dolok, kabupaten Simalungun. penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan perusahaan jawatan Kereta api. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian materi di perkirakan mencapai 500 juta lebih.

Informasi yang berhasil di peroleh dari Kepala Stasiun Kereta Api Pematangsiantar, Syaiful Azhar dilokasi kejadian mengatakan, 4KKW tersebut berisi premium dan solar sebanyak 120.000 liter. Masing masing 90.000 liter premium (3kkw) dan 30.000 liter solar (1kkw). “Jadi totalnya berkisar 120.000 liter dan kerugian materi diatas 500 juta, ungkapnya. Kita hitung aja sendiri berapa liter yang terbuang dan dikalikan harga pasaran minyak sekarang”, ungkap Syaiful.

Lebih lanjut Syaiful mengatakan, penyebab kejadian peristiwa ini masih dalam penyelidikan, sedangkan masinis yang membawa lokomotif bernama Jauhari Nasution (54) warga Tebing tinggi yang sekarang sedang di mintai keterangan. Kita sudah menghubungi pihak PJKA dari Medan termasuk tim teknisi yang akan memperbaiki rel agar jalur kereta api segera dapat di pulihkan segera. Akibat dari peristiwa ini, jalur kereta api penumpang dari kota Medan menuju Pematangsiantar dan begitu sebaliknya akan mengalami gangguan sebanyak 1 kali jadwal pemberangkatan, tambahnya.

Sementara itu seorang yang mengatakan dirinya sebagai pengamat kereta api sempat mengatakan bahwa sebelumnya, kereta api yang mengangkut 4 kkw berisikan minyak tersebut sudah anjlok di km 16 simpang Derek Bajalinggei pada hari yang sama sekira pukul 07:00wib pagi harinya. Namun setelah berhasil di perbaiki, kereta api pengangkut 4kkw bahan bakar tersebut terguling di Afdeling 10 nagori dolok marlawan kecamatan Tapian Dolok kabupaten Simalungun, ungkapnya.

Warga sekitar kebanjiran minyak

Pantauan Star Pos dari lokasi kejadian melihat, ratusan warga sekitar terlihat silih berganti menampung minyak yang menetes dari ketel atau tangki minyak yang terguling. Kejadian ini tidak mendapat larangan dari pihak kereta api maupun aparat keamanan yang berada di lokasi. Hanya saja setiap yang mendekat di peringatkan untuk tidak merokok atau membuat sesuatu yang bisa mendatangkan api demi keselamatan bersama.

Bahkan salah seorang warga bernama panggilan Budi (24) sempat mengatakan kalau saja dirinya sudah berulang kali menampung bahan bakar minyak dari bocoran tangki tersebut. “Sudah 5 jerigen ukuran 20 liter ku dapat bang”, ungkapnya kepada Star Pos.
Kejadian ini juga di alami oleh ratusan warga lainnya yang secara mendadak mendapat rezeki bahan bakar untuk keperluan kendaraan dan lainnya.

Sementara itu ketika di Tanya tentang peristiwa tergulingnya gerbong kereta api tersebut, warga tidak ada yang mengetahui kejadian. Mereka hanya mengatakan bahwa mendengar berita ini dari mulut ke mulut saja. Ini di karenakan lokasi kejadian tersebut terbilang jauh dari kediaman warga tepatnya di pertengahan kebun karet Afdeling 10

informasi terakhir yang di himpun Star Pos menyatakan, pada kamis 26/3 pagi sekira pukul 08:00wib, 2 unit kkw atau gerbong tangki yang terguling sudah di perbaiki dan berada diatas rel menuju Stasiun kereta api kota Pematangsiantar, sedangkan 2 kkw lagi baru bisa berdiri dan berada di jalur rel sekira pukul 15:00wib.(hez)

Minggu, 01 Maret 2009

Lafal ALLAH di dalam kentang




Para pedagang pusat pasar Horas, jalan Merdeka Siantar di hebohkan dengan penemuan kentang bertulis Lafal ALLAH pada Selasa (24/2) pukul 11 : 00 WIB, oleh seorang pedagang klontong yang kesehariannya menyambi sebagai tukang kupas kentang. Informasi yang berhasil di himpun Star Pos, dari sekitar pasar Horas menuturkan, kentang itu di temukan Susilawati (58) warga jalan Seram bawah No 80 C kelurahan Bantan, kecamatan Siantar Barat, yang merupakan pemilik kios klontong di gedung III BT 2, tepatnya di bawah tangga penyeberangan yang menghubungkan gedung III dengan IV pasar Horas. Susi yang kesehariannya menerima orderan kentang bersih (Tanpa kulit) dari beberapa rumah makan di kota Siantar, tiba-tiba menemui kentang yang bertuliskan lafal Allah. Setelah menemukan kaligrafi tersebut, Susi memotongnya hingga 8 keping (potong,red). Ternyata ke-8 potongan kentang tersebut, juga bertuliskan kaligrafi yang berlainan bentuk. Susi merasa takjub, berselang beberapa menit kemudian, anaknya bernama Sofyandi (28) datang hendak memakan kentang yang di kiranya adalah biscuit. Kepada anaknya itu Susi menjelaskan, tentang kentang yang tergolong unik tersebut. Lalu Sofyandi bercerita keunikan kentang kepada teman mereka sesama pedagang. Dalam hitungan menit, kios kelontong milik Susi langsung ramai oleh puluhan pedagang pasar Horas. Saat di temui Star Pos, Selasa (24/2) di kiosnya, sekitar pukul 15 : 30 WIB, Susi mengatakan, dirinya sama sekali tidak menduga kalau pada kentang itu ada tertulis kaligrafi Arab. “Awalnya, saya salah potong,”ungkap Susi. Ditambahkannya, setelah terpotong langsung terlihat kaligrafi di dalamnya, dan Susi terus memotong kentang menjadi 8 potong. Tapi anehnya pada tiap potongan kentang itu, tulisan kaligrafinya berbeda alias tidak ada yang sama. “Yang jelas, sudah puluhan tahun saya bekerja sebagai pedagang dan pengupas kentang dan baru kali ini saya menemukan kentang aneh, “ucapnya lagi. Hal itu di benarkan anaknya Sofiyandi. Kepada wartawan Koran ini Sofiyandi mengatakan, dirinya mengira kentang yang bertuliskan kaligrafi tersebut adalah makanan (roti,red). “Hampir saja mau ku makan bang, ”katanya. Setelah di jelaskan oleh ibunya, baru Sofiyandi sadar dan langsung memberitahukan penemuan tersebut kepada pedagang lain. “Ibu berjualan di sini dan mengupas kulit kentang mulai dari kecil dan tidak pernah di temukan hal yang demikian, “ujarnya. Dilain pihak, salah seorang pedagang daging, Galung (47) warga jalan Tanah Jawa No 17 kelurahan Melayu, kecamatan Siantar Utara mengatakan, hal itu merupakan bukti dari kebesaran Tuhan. “Memang sering kita lihat dan dengar melalui media, tentang penemuan seperti ini. Namun baru kali ini terjadi di pusat pasar Horas ini,”ungkap Galung yang ikut menyaksikan kentang aneh tersebut. Menanggapi hal itu, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Pematangsiantar mengatakan, hal itu merupakan bentuk keagungan dan kebesaran Allah. Keajaiban seperti itu sudah sering terjadi. “Dulu juga pernah di beritakan penemuan pohon yang berbentuk kalimah Syahadat, di Jerman, tomat yang bertuliskan lafal Allah, Awan yang berbentuk lafal Allah dan lain-lain, “ujarnya. Pada hakikatnya, yang namanya makhluk hidup harus berzikir kepada NYA, baik itu manusia, tumbuhan dan hewan, termasuk juga yang gaib. Hanya saja kebanyakan manusia lupa untuk berzikir kepada Nya, sedangkan tumbuhan dan hewan tidak pernah lupa untuk berzikir. “Intinya sesuai dengan firman Allah, manusia itu di suruh untuk membaca dan berzikir. Membaca dalam artian yang tertulis dan yang tersirat. Yang tersirat ini bisa saja seperti membaca gejala alam atau yang tidak tertulis. Kita harus bisa membaca gejala alam. Bisa saja ini merupakan sebuah pertanda, peringatan atau sebagainya. Sekarang apakah umat Islam sadar dan mengerti tentang tanda-tanda tersebut?, ungkapnya menggugah.(hez)

Sabtu, 31 Januari 2009

Tak mau diceraikan, Suami tikam istri di depan murid


Serbelawan, Star Pos


Tak terima di ceraikan, pelaku Toto Hartono (43), warga kampung Huta Bah Togu, Nagori Bah Togu, kecamatan Dolok Batu Nanggar, kabupaten Simalungun, nekad menikam dan menggorok leher istrinya, korban Sugiem SPd (38), hingga 7 liang, itu pun pada saat korban sedang mengajar di ruang kelas VI, SD Negeri 094129 Bah Togu, Selasa (27/1), sekitar pukul 14:30 WIB.
Informasi yang berhasil di himpun Star Pos dari kepolisian mengatakan, kejadian itu di picu oleh gugatan cerai dari istri pelaku, beberapa waktu lalu. Diketahui, diantara pasangan suami istri ini yang mempunyai 3 orang anak ini memang sedang ada masalah dan ketersinggungan. Akibatnya, keduanya punya niat mengakhirinya dengan bercerai.
Tepatnya, Selasa (27/1) siang, pelaku Toto yang mendapat kabar, bahwa istrinya sudah menggugat cerai, manjadi naik pitam. Lalu dengan membawa sebilah pisau, Toto mendatangi sekolah tempat istrinya mengajar. Begitu masuk ke areal SDN 094129 tersebut, pelaku Toto langsung menuju ruangan kelas VI, dimana korban Sugiem sedang mengajar anak didiknya.
Begitu masuk ke ruangan, Toto yang sudah mempersiapkan pisau langsung menghunuskan pisau tersebut ke beberapa bagian tubuh korban hingga tujuh liang atau tusukan dan sabetan.
Kontan saja Sugiem roboh bersimbah darah. Kejadian itu tentu menimbulkan trauma bagi murid kelas VI yang melihat tubuh sang guru jatuh bersimbah darah. Hanya dalam tempo hitungan menit, suasana pun langsung ramai. Guru lainnya, yang berada di sekolah tersebut langsung melarikan Sugiem ke rumah sakit sambil menghubungi pihak Polsek Serbelawan.
Beberapa menit kemudian, personil Mapolsek Serbelawan tiba di lokasi dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian P. Selanjutnya petugas langsung memburu pelaku ke berbagai tempat termasuk kediamannya. Akhirnya Toto di temukan saat hendak melarikan diri sambil mengendap endap bersembunyi tidak begitu jauh dari komplek SDN 094129.

Kapolres Simalungun AKBP Rudi Hartono SH Sik didampingi Kapolsek Serbelawan AKP E Siagian melalui Pahumas Kompol H Mansyur membenarkan adanya penikaman terhadap seorang guru yang dilakukan suaminya sendiri. Tersangka akan di jerat melanggar pasal 44 UU RI No 33 tahun 2004 yo Pasal 51 ayat (1) dan (2) KUHPidana tentang penghapusan KDRT dan penganiayaan. Toto juga sudah di tahan di Mapolsek Serbelawan dan akan terus di periksa akibat perbuatannya melakukan tindak pidana tersebut ungkap Mansyur.

Sementara itu menurut pantauan Star Pos ketika berada di ruang VI Paviliun C RSUD Djasamen Saragih tempat Sugiem di rawat melihat bahwa kondisi Sugiem sudah sedikit membaik. Terlihat sesekali Sugiem memanggil anaknya yang sedang berkumpul bersama keluarga dan kerabat lain. Sementara pada leher Sugiem terlihat perban menutup luka gorok yang di lakukan suaminya, Sama dengan beberapa tikaman pada bagian perut dan tangan Sugiem.(hez)

Jamkesmas tak membawa perubahan, Andre butuh bantuan




Jalan Bahkora II, Star Pos

Seorang bocah berusia 9 bulan bernama Andre Sianturi masih terus merasakan pembesaran bagian kepalanya akibat penyakit yang disebut dalam istilah kedokteran sebagai Hidrocepallus. Penyakit ini adalah pembengkakan bagian kepala oleh cairan yang semakin lama semakin banyak tanpa ada perubahan sedikitpun. Bahkan Jamkesmas yang sudah pernah mengantarkan Andre ke RS Adam Malik Medan pun tidak bisa membawa perubahan baginya. ketika Star Pos mengunjungi Andre di kediamannya pada jumat 30/1 pukul 13:00wib terlihat kondisi bocah berkepala besar ini tidak mampu bergerak banyak. Badannya yang semakin kurus dan ceking juga mengundang prihatin dari siapa saja yang akan melihatnya. Di sela tangis tanpa air mata nya Andre sangat mengharapkan keadaan normal seperti balita lain.

Ayah Andre bernama Heddon Sianturi (29) dan ibunya Rusmawati br Rumapea (27) yang tinggal di jalan Bahkora II dusun Huta bagasan kelurahan Sukaraja Kecamatan Siantar Marihat hanya bisa berduka setiap kali memandang anak pertama mereka yang semakin hari semakin mengalami pembesaran pada kepala.

Heddon mengatakan bahwa upaya dan usaha mereka memang kurang maksimal untuk mengobati Andre, ini di sebabkan factor ekonomi yang semakin sulit saat ini. Terlebih Heddon adalah seorang pengangguran dan kesehariannya merawat Andre bersama istrinya di rumah.

Memang pernah Andre di rujuk kerumah sakit Adam Malik Medan, saat itu Heddon dan br Rumapea sudah berharap banyak agar anak mereka sembuh dan keadaannya normal. Namun entah mungkin karena Jamkesmas mendapat pelayanan kurang atau memang peralatan Di sana tidak lengkap, maka pada waktu itu mereka hanya mendapat pernyataan dari Dr Syahrul yang merupakan dokter syaraf di RS tersebut bahwa peralatan mereka tidak lengkap untuk melakukan pengobatan terhadap Andre.

Pernyataan dokter ini tentu membuat kami sekeluarga menjadi putus asa, dimana banyak juga komentar dari warga yang mengatakan bahwa penyakit seperti ini tidak bisa di sembuhkan. Ini tentu saja membuat harapan kami semakin pupus ungkap br Rumapea.
Selama di rumah sakit Adam Malik Medan pun Andre hanya mendapat kamar gratis saja, namun untuk obat tidak pernah sama sekali di berikan pihak rumah sakit. Setiap hari kepala dan badannya hanya di timbang dan di ukur namun obat tidak pernah di berikan. Sampai pulang dari sana Andre hanya diberikan sebotol obat batuk untuk orang dewasa oleh rumah sakit. Itu pun terpaksa saya yang meminumnya tambah br Rumapea.


Sementara saat lahir pada 13 April 2008 kondisi Andre normal saja, hanya pada bagian samping kepalanya saja yang mengalami benjolan dan lembek. Hal ini pun pernah di tanyakan ke Bidan di sana, jawaban Bidan waktu itu karena Andre lahir premature alias lahir belum cukup bulan (7bulan). Ada juga yang mengatakan bahwa sejak di dalam kandungan Andre kurang asupan gizi. Komentar ini semua tidak begitu di hiraukan oleh Heddon dan br Rumapea waktu itu. Namun sejak usia Andre bertambah bulan maka bertambah pula pembengkakan yang ada di kepalanya. Terakhir kami ukur pada bulan lalu (des 08) kepala Andre sudah mencapai diameter 90cm.

Yang dapat di lakukan Andre sekarang hanya bisa menangis, untuk belajar bicara mungkin jauh dari Andre saat ini. Bahkan matanya sudah hampir tertutup oleh kepalanya yang semakin besar. Jika kepala yang membesar tersebut di pegang maka akan terkesan lembek. Ini karena dalam kepalanya berisi cairan yang semakin hari semakin banyak.

Heddon dan br Rumapea sekarang hanya bisa berharap keajaiban untuk menyembuhkan Andre, untuk mengoperasi kepala dan mengobatinya mungkin kami sudah tidak mampu berbuat apa apa ucap br Rumapea. Terus terang saja kami ini orang miskin dan tidak punya apa apa, suami saya juga tidak bekerja. Darimana kami bisa mendapatkan biaya untuk mengobati Andre tambahnya.

Sementara itu lurah kelurahan Sukaraja Nurita Hutajulu SPd ketika di temui Star Pos mengatakan bahwa selaku pihak kelurahan pihaknya sudah mengupayakan agar Andre mendapatkan Jamkesmas. Jadi pada waktu itu staff kelurahan sendiri yang membawa dan membonceng br Rumapea untuk mengurus Jamkesmas. Dan setelah berhasil maka Andre bias di rujuk ke Rumah sakit Umum Djasamen Saragih untuk selanjutnya dilanjutkan ke Rumah sakit Adam Malik Medan ungkap N br Hutajulu.

Andre yang menderita Hidrocepallus ternyata sudah pernah di hantarkan Jamkesmas ke RS Adam Malik Medan untuk perobatan, namun Jamkesmas itu sendiri tak juga membawa perubahan apapun terhadap Andre.(hez)

Selasa, 23 Desember 2008

Kamis, 11 Desember 2008

RESIDIVIS GANJA DITANGKAP KEMBALI



Jl. SM Raja, Star Pos

Seorang agen ganja bernama M Riduan Manik (32) warga Jalan Serdang Pematangsiantar tertangkap ketika transaksi membawa 1 kilo ganja kering kepada polisi yang menyaru sebagai pembeli pada rabu 10/12 pukul 13:00wib di jalan SM Raja tepatnya di depan SPBU yang berada di Jl. SM Raja.

Informasi yang berhasil di dapat Star Pos mengatakan bahwa penangkapan ini bermula dari hasil pengembangan penangkapan seorang pemakai ganja bernama Romiandi (30) beberapa waktu lalu. Diketahui bahwa saat sat Narkoba Polres Simalungun melakukan patroli di seputaran jalan Medan Pematangsiantar. Ketika berada disana petugas curiga melihat gerak gerik Romiandi yang terkesan gugup.

Setelah di periksa ternyata di dapati 2 linting ganja yang siap untuk di hisap, kemudian Romiandi dan barang bukti di boyong ke Mapolres Simalungun untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Setelah di periksa Romiandi mengaku mendapatkan ganja dari seorang bernama Riduan warga Jalan Serdang dan petugas terus melakukan pengembangan.

Petugas yang menyaru sebagai pembeli pun mulai mendekati tersangka, setelah Riduan merasa yakin kemudian diantara dirinya dan petugas menyepakati perjanjian untuk transaksi ganja seberat 1 kilo di jalan SM Raja pada hari rabu.
3 orang personil Sat Narkoba masing masing Brigadir Hendro Purba, Brigadir Aswin Manurung dan Briptu Parlin Saragi langsung mengadakan pengintaian terhadap pelaku di tempat yang sudah di sepakati untuk transaksi.

Tepat pukul 13:00wib tersangka didapati turun dari sebuah angkot dengan meninting plastic hitam yang diletakkan di pinggir jalan. Namun ketika petugas mendekat ternyata Riduan mencium gelagat yang tidak benar. Akhirnya Riduan berusaha untuk kabur dan membuang ponsel yang sering digunakannya untuk bertransaksi. Namun usahanya itu ternyata sia sia karena tiga orang petugas yang sudah mengintainya sedari tadi langsung menyergapnya. Tersangka pun langsung di boyong ke Satnarkoba Polres Simalungun bersama barang bukti.

Kapolres Simalungun melalui Kasat Narkoba AKP Nelson Situmorang ketika memberi keterangan membenarkan penangkapan terhadap tersangka, Nelson menambahkan bahwa Riduan Manik merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2006 yang lalu. Tersangka sudah pernah menjalani hukuman 1tahun 8bulan karena kasus ganja.(hez)