
Jalan Tambun Barat, Star Pos
Di duga di bunuh oleh gendaknya berinisial Bb (31), seorang rentenir bernama Timah br Siregar (60) warga jalan Tambun Barat, kontrakan bernomor 003, Simpang koperasi kelurahan Tambun nabolon Siantar Martoba, kota Pematangsiantar, di temukan tidak bernyawa lagi di kediamannya pada minggu 15/3 sekira pukul 10:00wib oleh pihak kepolisian, setelah sebelumnya di panggil warga dan mendobrak pintu rumah korban.
Informasi yang berhasil di himpun dari lokasi kejadian menyatakan, korban merupakan janda yang hidup sendiri setelah sempat bercerai dengan suami bernama Muktar tanjung (60-an) beberapa tahun lalu. Selama hidup menjanda, korban menjalankan bisnis pinjaman uang yang di bungakan atau menurut warga sekitar di sebut rentenir.
Anak korban bernama Tetty tanjung (35) warga jalan Mataram I kelurahan Melayu Siantar barat yang tiba di lokasi sambil sesenggukan menangis kepada Star Pos mengatakan bahwa di ketahui korban (Timah) baru beberapa bulan saja tinggal di rumah kontrakan milik pengusaha kondang kota Siantar, Yenpo alias Hermawanto. Selama hidup sendiri, korban di kenal sebagai orang yang menjalankan uang atau koperasi.
Namun Tetty mengakui bahwa dirinya bertemu korban terakhir pada pekan lalu, saat itu korban melarang dirinya (Tetty) untuk datang kerumah. Ini di lakukan tanpa sebab yang di ketahui oleh Tetty. Namun ibunya tersebut sempat berujar bahwa dirinya lah (korban) yang akan menemui Tetty jika ada keperluan. “Jangan datang lagi ke rumahku, biar aku saja yang datang menemui kalian” ungkap Tetty menirukan ucapan ibunya.
Korban mempunyai 5 orang anak yang kesemuanya tinggal di kota Medan. “Jadi Cuma aku sendiri saja yang tinggal di Siantar ini, Namun begitu saya akan berusaha untuk segera menghubungi mereka (keluarga) hari ini juga” tambahnya.
Tetty juga sempat berujar bahwa dirinya mendengar desas desus korban mempunyai gendak yang merupakan seorang supir bus Bayu Trans. “Pernah juga dia (Bb) dibawa ibu sewaktu pesta beberapa bulan lalu, namun saya sudah lupa dengan wajahnya” ungkap Tetty. Sebelum tinggal di sini (TKP), ibu saya tinggal di Sandora belakang GOR kecamatan Siantar Timur.
“Sempat juga terdengar issue bahwa Bb terus memplorotin ibu saya, makanya sekarang korban di kejar kejar hutang dan semua uangnya sudah habis”.
Jeritan tengah malam
Salah seorang warga yang merupakan tetangga, Poniman (47) yang kediamannya bersebelahan dengan rumah korban mengatakan bahwa dirinya sempat terbangun pada Minggu dinihari sekira pukul 02:30wib. Hal ini dikarenakan dirinya mendengar jeritan dari korban seperti meminta tolong. “Tolong… Tolong… seperti itulah yang saya dengar tadi malam”, ungkap Poniman.
Poniman sempat mengintip dari jendela, dan melihat seorang pria yang di kenal sebagai gendak korban (Bb) pergi meninggalkan rumah (TKP). Dia (Bb) itu adalah supir bus Bayu Trans yang memang sering datang ke kediaman korban. “makanya kami para tetangga di sini mengetahui bahwa pelaku adalah gendak korban” ungkapnya.
“Namun setelah sempat meminta tolong, perlahan suara korban hilang dan terlihat pelaku keluar dari rumah menuju mobilnya, hal ini yang membuat kami (Warga) menyangka itu adalah hal biasa, atau istilahnya pertengkaran pribadi yang tidak untuk di campuri” tambahnya.
Hal ini juga di benarkan seorang warga lain, Suryani (33) juga menyatakan bahwa dirinya terbangun dari tidur setelah mendengar suara perkelahian dari rumah yang di kontrak korban selama kurang lebih 3 bulan. “Korban kurang begitu di kenal di sini, karena dia kurang bergaul. Jadi kami hanya mengenal korban sebagai rentenir saja” ungkapnya. Hal ini juga di ketahui setelah beberapa warga sekitar pernah meminjam uang dari korban beberapa waktu lalu.
Sementara itu, sopir Bayu Trans yang merupakan gendak korban sering datang sewaktu malam hari mengendarai mobilnya. Namun jika pagi tiba warga tidak lagi melihat bus diparkir di depan rumah korban. “Jadi dia (Bb) hanya datang pada malam saja dan pulang malam itu juga”. Kalau melihat usianya, pelaku itu baru berusia sekitar 30 tahunan, tambah Suryani.
Kecurigaan warga
Pada minggu pagi, 15/3 warga jalan Tambun Barat kelurahan Tambun Nabolon Siantar Martoba menjadi heboh. Hal ini setelah dua orang tetangga korban masing masing Poniman dan Sentosa yang rumahnya berdempetan dengan korban merasa curiga karena korban tidak ada keluar dari rumah. Sekira pukul 10:00wib Poniman dan Sentosa mencoba memanggil korban dari depan pintu yang tergembok dari luar, namun tidak ada jawaban sama sekali. Kedua tetangga ini juga segera mengaitkan jeritan korban pada malam hari yang terdengar, dan membuat kecurigaan mereka bertambah.
Beberapa menit kemudian Poniman dan Sentosa mengambil tangga, mencoba mengintip korban dari ventilasi udara pintu depan. Melalui pantulan cermin mereka mengetahui korban sedang dalam keadaan setengah bugil dan di curigai sudah tidak bernyawa lagi. Ini di kuatkan dengan gedoran pintu yang tidak mendapat jawaban korban setelah beberapa lama di panggil.
Lalu hal ini di beritahukan kepada warga lain dan lurah yang langsung menghubungi pihak kepolisian. Mendengar desas desus di temukannya korban sudah tidak bernyawa, ratusan warga langsung menyemut mendatangi lokasi. Tak lama berselang petugas dari Mapolsek Siantar Martoba datang ke lokasi. Disertai tim identifikasi, beberapa petugas langsung menjebol gembok dan masuk. Petugas mendapati korban sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi tertidur, sedangkan mulai pinggang kebawah terlihat bugil alias tidak mengenakan sehelai benang pun. Di leher korban terdapat Alu (kayu penumbuk, pasangan lesung) yang sudah patah dan di duga korban tewas setelah mendapat pukulan dari alu pada bagian tengkuk..
Berselang setengah jam melakukan identifikasi, mayat korban pun di boyong ke Instalasi forensik RSUD Djasamen Saragih untuk otopsi.
Pantauan Star Pos saat berada di ruang instalasi forensik melihat, pada bagian kepala korban terdapat bekas pukulan benda tumpul, kening korban juga mengalami luka lecet.
Polisi akan kejar pelaku
Sementara itu Kapolresta Siantar AKBP Drs Andreas Kusmaedi MM didampingi Pabungpen AKP Muslim Mhd ketika di konfirmasi melalui Kapolsek Siantar martoba AKP B Sijabat di lokasi kejadian mengatakan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan dan kesaksian warga sekitar. Untuk sementara ini identitas yang di duga pelaku sudah kita dapatkan, namun tetap kita akan segera mengungkap kasus ini.
Motif sementara ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, dan dari TKP kita sudah membawa beberapa barang bukti berupa Alu (Kayu) yang sudah patah dan masih menempel di leher korban saat di temukan, selimut dan lainnya. Tim identifikasi juga sudah mengambil sidik jari di TKP, ungkap Sijabat.
Pihak Mapolsek Siantar Martoba langsung terjun ke lokasi begitu mendapat laporan dari warga, “Jadi begitu tiba di lokasi, kita melihat pintu terkunci gembok dari luar. Dan ini di duga di lakukan oleh pelaku yang mengunci korban di dalam rumah” tambahnya. Sekira pukul 11:00wib pihak kepolisian yang di sertai tim identifikasi menjebol gembok dan masuk ke dalam rumah. Saat di temukan korban dalam keadaan telanjang mulai dari pinggang ke bawah. Di dekat korban juga di temukan selimut dan perlengkapan lain yang sekarang sudah di boyong ke Mapolsek untuk di jadikan barang bukti.
Korban tidak di kenal
Pihak kepolisian dan warga sempat kesulitan dalam mencari identitas korban, dimana tak satu pun warga yang mengetahui nama dan asal usul Timah br Siregar. Beruntung beberapa saat, salah seorang anak korban bernama Tetty br Tanjung datang ke lokasi dan memberitahukan identitas ibunya.
Lurah kelurahan Tambun Nabolon, Amran S, Sos ketika di konfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihak kelurahan juga tidak mengetahui identitas korban. Hal ini di karenakan korban tidak ada melapor kepada RT setempat yaitu Muliyono yang saat kejadian ini sedang berada di Medan. “Korban bukan asli penduduk kami” ungkap Amran.
Lebih lanjut Amran mengatakan, bahkan sampai tetangga korban sendiri juga tidak ada yang mengetahui identitasnya (korban).(hez)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar