

Sedikitnya 4 KKW atau ketel (Gerbong minyak) berisi 120.000 liter premium dan solar jurusan Medan menuju kota Pematangsiantar terguling pada hari rabu 25/3 sekira pukul 14:05wib di afdeling 10 nagori Dolok Marlawan, kecamatan Tapian Dolok, kabupaten Simalungun. penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan perusahaan jawatan Kereta api. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun kerugian materi di perkirakan mencapai 500 juta lebih.
Informasi yang berhasil di peroleh dari Kepala Stasiun Kereta Api Pematangsiantar, Syaiful Azhar dilokasi kejadian mengatakan, 4KKW tersebut berisi premium dan solar sebanyak 120.000 liter. Masing masing 90.000 liter premium (3kkw) dan 30.000 liter solar (1kkw). “Jadi totalnya berkisar 120.000 liter dan kerugian materi diatas 500 juta, ungkapnya. Kita hitung aja sendiri berapa liter yang terbuang dan dikalikan harga pasaran minyak sekarang”, ungkap Syaiful.
Lebih lanjut Syaiful mengatakan, penyebab kejadian peristiwa ini masih dalam penyelidikan, sedangkan masinis yang membawa lokomotif bernama Jauhari Nasution (54) warga Tebing tinggi yang sekarang sedang di mintai keterangan. Kita sudah menghubungi pihak PJKA dari Medan termasuk tim teknisi yang akan memperbaiki rel agar jalur kereta api segera dapat di pulihkan segera. Akibat dari peristiwa ini, jalur kereta api penumpang dari kota Medan menuju Pematangsiantar dan begitu sebaliknya akan mengalami gangguan sebanyak 1 kali jadwal pemberangkatan, tambahnya.
Sementara itu seorang yang mengatakan dirinya sebagai pengamat kereta api sempat mengatakan bahwa sebelumnya, kereta api yang mengangkut 4 kkw berisikan minyak tersebut sudah anjlok di km 16 simpang Derek Bajalinggei pada hari yang sama sekira pukul 07:00wib pagi harinya. Namun setelah berhasil di perbaiki, kereta api pengangkut 4kkw bahan bakar tersebut terguling di Afdeling 10 nagori dolok marlawan kecamatan Tapian Dolok kabupaten Simalungun, ungkapnya.
Warga sekitar kebanjiran minyak
Pantauan Star Pos dari lokasi kejadian melihat, ratusan warga sekitar terlihat silih berganti menampung minyak yang menetes dari ketel atau tangki minyak yang terguling. Kejadian ini tidak mendapat larangan dari pihak kereta api maupun aparat keamanan yang berada di lokasi. Hanya saja setiap yang mendekat di peringatkan untuk tidak merokok atau membuat sesuatu yang bisa mendatangkan api demi keselamatan bersama.
Bahkan salah seorang warga bernama panggilan Budi (24) sempat mengatakan kalau saja dirinya sudah berulang kali menampung bahan bakar minyak dari bocoran tangki tersebut. “Sudah 5 jerigen ukuran 20 liter ku dapat bang”, ungkapnya kepada Star Pos.
Kejadian ini juga di alami oleh ratusan warga lainnya yang secara mendadak mendapat rezeki bahan bakar untuk keperluan kendaraan dan lainnya.
Sementara itu ketika di Tanya tentang peristiwa tergulingnya gerbong kereta api tersebut, warga tidak ada yang mengetahui kejadian. Mereka hanya mengatakan bahwa mendengar berita ini dari mulut ke mulut saja. Ini di karenakan lokasi kejadian tersebut terbilang jauh dari kediaman warga tepatnya di pertengahan kebun karet Afdeling 10
informasi terakhir yang di himpun Star Pos menyatakan, pada kamis 26/3 pagi sekira pukul 08:00wib, 2 unit kkw atau gerbong tangki yang terguling sudah di perbaiki dan berada diatas rel menuju Stasiun kereta api kota Pematangsiantar, sedangkan 2 kkw lagi baru bisa berdiri dan berada di jalur rel sekira pukul 15:00wib.(hez)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar